Polda Sumut Ancam Sanksi Tegas Petugas yang Loloskan Pemudik

Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Sumatera Utara Brigjen Dadang Hartanto mengecam hendak membagikan sanksi tegas terhadap polisi yang teruji meloloskan pemudik di pos penyekatan perbatasan.
” Apabila ditemui petugas yang teruji terencana meloloskan pemudik ataupun pungli hingga diberikan sanksi tegas,” kata Dadang dikala menggelar rapat bersama para pejabat utama Polda Sumut, Sabtu( 8/ 5).
Amati pula: 500 Pemudik Bermotor Terobos Sekat Polisi di Karawang Jabar
Dadang memohon petugas senantiasa mengecek kendaraan yang melintas di pos penyekatan. Bila ditemui kendaraan yang nekat melaksanakan ekspedisi mudik, petugas wajib memohon putar balik Alkisah News .
” Tingkatkan pengawasan dengan melaksanakan pengecekan terhadap segala kendaraan yang melintas. Bila menciptakan kendaraan yang melaksanakan ekspedisi mudik, kita memohon putar balik,” tegasnya.
Kendaraan yang dibolehkan melaksanakan ekspedisi cocok ketentuan pemerintah semacam kendaraan ekspedisi dinas Tentara Nasional Indonesia(TNI)/ Polri, ekspedisi kedukaan, bunda berbadan dua serta kendaraan kepentingan darurat kesehatan.
Amati pula: Bobby Nasution Tutup 32 Titik Jalur Medan Dikala Malam Takbiran
” Senantiasa berlagak humanis dalam mengantarkan imbauan buat tidak mudik. Tugas ini bukan cuma Polri namun seluruh stakeholder terpaut dalam tiap pos pengamanan,” sebutnya.
Pada hari kedua Pembedahan Ketupat Toba 2021 Polda Sumut, tercatat 349 kendaraan dimohon putar balik terdiri dari roda 2 sebanyak 94 kendaraan serta roda 4 sebanyak 268 kendaraan terdiri dari mobil penumpang 196 unit serta bis 59 unit.
Tadinya, Kepala Korps Kemudian Lintas( Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal berikan sanksi 2 kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6- 17 Mei 2021.
Dengan sanksi itu, ia mau membenarkan kebijakan larangan mudik yang dikehendaki pemerintah betul- betul dapat maksimal terlaksana di lapangan.
” Aku yakinkan, sanksi 2 kali lipat hukumannya. Jika( misalnya) dikurung 21 hari, itu hendak tambah 21 hari lagi,” kata Istiono kepada wartawan di Jakarta, Selasa( 13/ 4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *